Monday, February 11, 2013

love

kalo kamu bukan Didik Krisna maka jangan buka post ini. tapi kalo hasrat kepo kamu tidak terbendung lagi, ya sudahlah silahkan menikmati potongan kisah saya.

Sunday, April 22, 2012

Diary Orthodonti #3 Pemula yang Malu malu

hahaha.. sorry ya guys, saya ternyata ga punya cukup nyali untuk majang gigi gigi berantakan saya... maluuuu.. entar aja deh kalo udah rapi. btw yg pengen sharing pengalaman , yg mau tanya2 boleh deh email saya. sapa tau penasaran dg progress program ortho saya dan perlu untuk studi kasus misalnya, saya punya dokumentasi lengkap (mingguan),dari 4 sudut pandang, depan, mangap, samping kiri dan samping kanan. feel free to contact me ya.. gw kasih, gratis. ^_^

salam ortho!


Saturday, March 3, 2012

Diary Orthodonti #2 Derita Pemula

hari ini adalah kedua kalinya saya ke klinik, appoinment yg saya bikin via telpon kmrn saya pikir cuma sebatas bikin cetakan gigi, foto facial profile, yada yada... tapi ternyata pesawat ortodonti a.k.a. braces langsung dipasang hari ini juga. ga bisa bohong saya sebetulnya shock juga, karena ya secara mental saya memang belum siap....

Menggunakan braces untuk perawatan orthodonti bukanlah perkara mudah, bukan sekedar menyerahkan duit segepok dan pulang dengan blink-blink di gigi. Bagi saya yang mengenakan braces bukan untuk alasan fashion, memutuskan untuk memakai braces berarti mengikatkan diri dengan komitmen bertahun-tahun untuk (1) menahan sakit dan ngilu atas gigi yang dipaksa bergeser; (2) konsisten serta konsekuen dengan jadwal kontrol yang akan saya lakukan sebulan sekali; (3) memperhatikan kebersihan gigi secara ekstra; (4) mengeluarkan biaya maintenance tiap bulan yang lumayan; (5) bertahan dengan kondisi mulut yang tidak nyaman. FYI saya ini bibirnya agak maju, bibir saya juga lumayan penuh alias tebal, ditambah braces maka bisa dibayangkan saya akan tambah monyong. kelima hal itu bisa di anggap perkara sepele, tapi butuh komitmen! maka saya tidak habis pikir terhadap orang orang yang rela berkorban demi dianggap gaul dan berduit karena memakai braces ato ngetopnya: behel. pengorbanan segini berat ga worth it kalo cuma untuk gaya gayaan.

balik lagi ke awal, setelah melewati prosedur hana hene pemasangan braces maka dengan sukses 'pagar kawat' ini nangkring di gigi saya.  Gosh, saya mengalami kesulitas senyum, kesulitan bicara, dan kesulitan makan. sariawan yang saya derita jadi ga ada artinya dibandingkan rasa sakit ngilu dan pegal dari tiap-tiap gigi saya yang ditarik-tarik. dokter saya bilang saya boleh minum obat analgesik kalo saya ga tahan sama sakitnya. dan berdasarkan banyak sumber yang saya baca minum CDR juga bagus untuk meminimalisasi sariawan, jadi selain aspirin sekarang CDR jadi santapan saya setiap hari.

ini dia penampakan gigi saya, (saya spoiler karena ini bukan gambar yang indah dan sedikit disturbing bagi yang anti liat liur, dan anti liat gigi orang secara close up. hahaha. sebetulnya malu sih majang beginian disini secara gigi saya ancur banget, tapi ya ga papa biar kita bisa sama-sama liat progres braces saya.. jangan diledek yaaa)


Gigi Berantakan
bentar yaa lagi di upload


salam ortho! :)

Friday, March 2, 2012

Diary Orthodonti #1 Sebuah Prolog

Sebetulnya udah dari lama saya punya niat untuk ngerapihin susunan gigi dalem mulut ini, tapi berhubung ada beberapa hambatan seperti belum cukupnya duit tabungan sampe pikiran-pikiran tentang gigi yang rapi itu bukan suatu kebutuhan mendesak dan belum terlalu pentingbuat saya. Sampe akhirnya saya ngaca dan merhatiin muka saya sendiri... selain gigi yang nggak rapi, saya juga menyandang beberapa kelainan ortodonti. Kalo senyum ato ketawa gusi saya akan nampak jelas sekali.. orang bilang sih gummy smile. that's why saya kalo senyum akan lebih pede dengan mingkem menyembunyikan gusi yg nongol itu. selain gummy smile, gigi saya ini deep bite, FYI deep bite adalah kondisi dimana gigi atas menggit terlalu dalam menyebabkan overlapping terhadap gigi bawah. kalo kita menggigit/mengatupkan kedua rahang, gigi atas saya itu menutupi gigi bawah 100%. seharusnya kalo kita mingkem, gigi bawah akan kelihatan meskipun sedikit. ni saya kasih ilustrasi deh...

deep bite
gummy smile


hari ini 2 Maret 2012 saya membulatkan tekad untuk merapikan gigi, ada 4 dokter yang sempat jadi pertimbangan saya. (1) dokter di bilangan kenten yang spesialis orthodonti dan sudah punya 'nama' sejak lama, tapi muahal beda 1-2 jutaan sm harga pasaran, (2) dokter spesialis orthodonti di bilangan kampus yang banyak di rekomendasikan temen-temen dan reviewnya bagus, harga worth it, praktek pagi-siang ampe sore-malem. (3) dokter kenalan kawan yg murce alias murah, tapi bukan dkter ortodonti. (4) dokter nya adek sepupu saya, bagus juga revienya, harga juga worth it, spesialis ortho, tapi praktenya cuma malem. pilihan saya jatuh ke dokter nomer dua.

saya ke klinik di anter pacar, nunggu sekitar se jam sebelum akhirnya ketemu sama dokternya. dokternya masih muda, gaul, cantik pula. yang saya suka dari dokter ini adalah beliau tidak memposisikan sebagai "eh, gue dokter. dan elo pasien gue" tapi lebih sebagai partner yang menjelaskan dulu kondisi gigi kita. baru kali ini sepanjang pengalaman saya ke dokter gigi, beliau meriksa gigi kita sambil kita juga disuruh pegang cermin, jadi kita nyambung dan ngerti gigi mana yang lagi dibicarain sama dokternya.

"nabila ya? (senyum) sini duduk dulu, kita liat giginya sama-sama... pegang cerminnya yaa. ... (lama melototin gigi saya)..... Ooh, gigi kamu ini deep bite, menggigitnya terlalu dalam.. coba deh gigit, nih liat gigi bawahnya ketutupan sama gigi atas, ya kan.. kamu kalo senyum gusinya pasti keliatan. jadi nanti ini kita naikkan, dan yang bawah ini ruangnya perlu diperlebar"

 nyahahha kok langsung tau sih dok!! saya emang mau 'ngebenerin' dua hal itu.

"coba buka.. aaa.. nah ini sebetulnya gigi kamu sedikit maju juga, ada tekanan dari sebelan kanan yang membuat gigi sebelah kiri ini akhirnya rotasi.. yg ini ga terlalu sulit untuk ditangani. coba digigit lagi, hmm.... (mengamati) cross bite juga ya, geraham kamu yg kanan ini karena maju dia ga punya pasangan kalo mengigit, coba perhatikan, keluar dari jalur ya kan... "

OMG, oke ternyata kelainan yang saya derita ada satu lagi, cross bite!

"untuk kasus seperti ini, kita perlu melakukan ekstraksi, tapi kalo ekstraski harus dari kedua sisi supaya midline nya nggak bergeser, sedangkan kasus kamu yang bermasalah cuma yang sebelah kanan.. saya akan observasi dulu apa nanti perlu kita lakukan ektraksi atau nggak.... (senyum) bikin jadwal sama suster ya mbak, nanti kita benahi di kontrol selanjutnya..."

uooo! saya jatuh hati!!! sebetulnya pertama kesini tadi mau survey harga dulu... tapi ternyata saya jatuh hati dengan perlakuan dokter dan detilnya skenario pembenahan gigi saya yg beliau jelaskan. saya suka banget dokter yang menjelaskan apa-apa yang akan kita tempuh, saya pikir sebagai pasien emang sudah sepatutnya tenaga medis menjelaskan mengenai tindakan yang akan dilakukan, jadi pasien ga melongo doang pasrah aja diapa-apain.

setelah konsultasi ga lebih dari 15 menit, saya bikin appointment sama suster, dan disepakati kalo senin sore saya akan kesana lagi, tapi begitu nyampe rumah, si mbak suster nelpon bilang kalo sabtu pagi ada jadwal kosong, dan dia nawarin ke saya, apa saya mau ganti jadwal? saya jawab aja iyaa.. hehehe. so gimana selanjutnya, kita liat ntar... dan report progress gigi saya akan saya publish disini secara berkala biar semua orang bisa liat, NB: saya ga kongsian sama dokter kok, ini bukan bagian dari promosi. saya semata seorang pasien yang punya niat berbagi ilmu dan pengalaman, itung-itung sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

salam orthodonti (^ ,^)

Sunday, November 13, 2011

that is it., why I didn't deserve.

"God, grant me the serenity to accept the things I cannot change, the courage to change the things I can, and the wisdom to know the difference."
Setelah memahami isi sumpah profesi yang bikin saya merinding sangat, dan bikin saya kepingin menagis karena malu.. Saya berubah. Saya bisa bangkit lagi sekarang.

Saya berpikir tentang SPMB yang pernah saya lalui dua kali, yang mengantarkan saya pada dua kali kegagalan. dulu saya drop dan kuliah ogah ogahan. saya dibanjiri dengki iri dan pertanyaan pertanyaan seputar betapa tidak adilnya Tuhan kepada saya. Tapi akhirnya setelah hampir empat tahun saya baru benar-benar bisa mengerti alasan kenapa Tuhan tidak memberi saya kesempatan menjadi seorang dokter, even though it was my dream job, even though i did my best in order to reach it. Masalahnya bukan karena kurang belajar, juga bukan karena otak saya yang ga mampu, saya yakin saya bisa kok. Masalahnya cuma satu... dan fatal... yang salah : niat saya.

Seharusnya saya tahu kalau menjadi seorang dokter bukan hanya wujud eksistensi gengsi yang tinggi, tingkat kemapanan, dan kecerdasan. Menjadi seorang dokter berarti menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk urusan kemanusiaan, mengabdikan waktu tenaga dan hidup juga untuk urusan kemanusiaan. Menjadi dokter bukan hanya urusan pride, kebanggaan dan harga diri. Menjadi dokter berarti mengikatkan diri pada pengabdian yang tidak bisa ditawar tawar. Sebuah pengabdian suci dengan harga mati.

Sedangkan niat saya? memalukan. I realize. That is it, why I didn't deserve.




Monday, October 17, 2011

I'm NABIL, and lets see my PASSION!

Saya pernah jadi seorang anak kecil yang tidak mengerti soal hidup. Mata saya seolah tertutup untuk realita kehidupan, dan isi kepala saya hanya seputar senang-senang, ketawa-ketiwi, dan bermain. Kalau anda membaca blog blog saya terdahulu, anda akan temukan konten-konten tanpa isi, atau konten picisan yang dibuat dibawah tekanan emosi, sehingga banyak kecerobohan di dalamnya.  Betapa labilnya saat itu terlihat jelas dengan kondisi mental yang fluktuatif dan melompat-lompat. I could be an instant laugh for a moment then I cried, I could snap silent for a moment and then I screamed like a madman. I just a kid. Namun, bukankah semua orang pernah jadi anak-anak? :) dan biarkan kebodohan masa kanak-kanak saya terdokumentasikan dalam 'blog tua' saya. Hingga nanti kalau saya rindu masa remaja, saya akan kunjungi lagi saya ramaikan lagi, seperti kita mengunjungi taman bermain.

Sejak lama saya punya satu keinginan untuk menyajikan satu blog yang berbeda, untuk tujuan yang berbeda juga. Substantially different from my previous blogs, where every post brings something new, ideas, thoughts, inspiration for change toward better.. now I'm 20 years old (happy birtday to me, lol) and I think it's time to begin to realize my passion : to be a real smart girl woman with (I wish) a smart blog. 

Sebetulnya niat pertama saya adalah membuat smart blog yang mengangkat tema fashion untuk perempuan berhijab (tadinya mau saya kasih nama Fashionabil). But, considering I'm not a woman with a great sense of fashion, niat itu saya batalkan. Saya jadinya beralih haluan untuk membuat blog umum yang ada isinya, Passionabil. A simple version from Passion and Nabil, to remind me that I make this blog with a passion. So welcome. I'm Nabil, and lets see my Passion!