Sunday, November 13, 2011

that is it., why I didn't deserve.

"God, grant me the serenity to accept the things I cannot change, the courage to change the things I can, and the wisdom to know the difference."
Setelah memahami isi sumpah profesi yang bikin saya merinding sangat, dan bikin saya kepingin menagis karena malu.. Saya berubah. Saya bisa bangkit lagi sekarang.

Saya berpikir tentang SPMB yang pernah saya lalui dua kali, yang mengantarkan saya pada dua kali kegagalan. dulu saya drop dan kuliah ogah ogahan. saya dibanjiri dengki iri dan pertanyaan pertanyaan seputar betapa tidak adilnya Tuhan kepada saya. Tapi akhirnya setelah hampir empat tahun saya baru benar-benar bisa mengerti alasan kenapa Tuhan tidak memberi saya kesempatan menjadi seorang dokter, even though it was my dream job, even though i did my best in order to reach it. Masalahnya bukan karena kurang belajar, juga bukan karena otak saya yang ga mampu, saya yakin saya bisa kok. Masalahnya cuma satu... dan fatal... yang salah : niat saya.

Seharusnya saya tahu kalau menjadi seorang dokter bukan hanya wujud eksistensi gengsi yang tinggi, tingkat kemapanan, dan kecerdasan. Menjadi seorang dokter berarti menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk urusan kemanusiaan, mengabdikan waktu tenaga dan hidup juga untuk urusan kemanusiaan. Menjadi dokter bukan hanya urusan pride, kebanggaan dan harga diri. Menjadi dokter berarti mengikatkan diri pada pengabdian yang tidak bisa ditawar tawar. Sebuah pengabdian suci dengan harga mati.

Sedangkan niat saya? memalukan. I realize. That is it, why I didn't deserve.




Monday, October 17, 2011

I'm NABIL, and lets see my PASSION!

Saya pernah jadi seorang anak kecil yang tidak mengerti soal hidup. Mata saya seolah tertutup untuk realita kehidupan, dan isi kepala saya hanya seputar senang-senang, ketawa-ketiwi, dan bermain. Kalau anda membaca blog blog saya terdahulu, anda akan temukan konten-konten tanpa isi, atau konten picisan yang dibuat dibawah tekanan emosi, sehingga banyak kecerobohan di dalamnya.  Betapa labilnya saat itu terlihat jelas dengan kondisi mental yang fluktuatif dan melompat-lompat. I could be an instant laugh for a moment then I cried, I could snap silent for a moment and then I screamed like a madman. I just a kid. Namun, bukankah semua orang pernah jadi anak-anak? :) dan biarkan kebodohan masa kanak-kanak saya terdokumentasikan dalam 'blog tua' saya. Hingga nanti kalau saya rindu masa remaja, saya akan kunjungi lagi saya ramaikan lagi, seperti kita mengunjungi taman bermain.

Sejak lama saya punya satu keinginan untuk menyajikan satu blog yang berbeda, untuk tujuan yang berbeda juga. Substantially different from my previous blogs, where every post brings something new, ideas, thoughts, inspiration for change toward better.. now I'm 20 years old (happy birtday to me, lol) and I think it's time to begin to realize my passion : to be a real smart girl woman with (I wish) a smart blog. 

Sebetulnya niat pertama saya adalah membuat smart blog yang mengangkat tema fashion untuk perempuan berhijab (tadinya mau saya kasih nama Fashionabil). But, considering I'm not a woman with a great sense of fashion, niat itu saya batalkan. Saya jadinya beralih haluan untuk membuat blog umum yang ada isinya, Passionabil. A simple version from Passion and Nabil, to remind me that I make this blog with a passion. So welcome. I'm Nabil, and lets see my Passion!